Vanessa Peroncel

Banyak orang yang mungkin belum mengetahui tentang 4 hal yang bisa dialami oleh tubuh manusia saat berhubungan seks.

Pasalnya, setiap pasangan bercinta ini lebih mengedepankan soal kepuasan, tanpa mengenal lebih dalam soal hubungan intim.

Kali ini situs Bonanza88 akan mencoba untuk menggali lebih dalam soal 4 fase yang akan dialami tubuh manusia saat berhubungan seks.

Fase plato

Fase plato adalah tahap ketika rangsangan seksual lebih intens, dan orgasme sudah dekat. Pada fase ini, organ intim wanita menyempit sekitar 30 persen, untuk mencengkeram penis. Sementara pada pria, ereksi terjadi ketika jaringan spons penis penuh oleh darah, testis sedikit tertarik ke arah tubuh, dan ukurannya membesar.

Pada fase ini pula, kulit wanita akan muncul bintik-bintik merah, terutama pada wanita yang berkulit terang. Bentuk bintik-bintik itu menyerupai campak, dan muncul di dada, menyebar ke leher, punggung, juga wajah. Sebenarnya, pria juga mengalami hal ini, namun lebih banyak terjadi pada wanita.

Fase resolusi

Fase resolusi adalah saat tubuh kembali ke keadaan sebelum terangsang. Beberapa wanita mungkin mengalami multiorgasme sebelum masuk fase resolusi. Sedangkan pria, yang secara biologis tidak mungkin mengalami multiorgasme, akan segera memasuki masa pemulihan, yang ditandai organ intim menjadi semi-ereksi untuk kemudian melemas.

Selama fase resolusi, organ intim wanita akan kembali normal, dan darah akan dipompa menjauh dari vagina. Rahim bergerak kembali ke posisi normal, warna serta ukuran organ intim kembali seperti semula.

Pada pria, ereksi menghilang dalam dua tahap. Pada tahap pertama, kontraksi orgasmik akan memompa darah keluar dari penis, ditandai hilangnya sebagian kekakuan. Pada tahap kedua, aliran darah kembali normal, ukuran dan posisi testis kembali seperti awal.

Fase Rangsangan

Rangsangan adalah fase pertama yang terjadi pada tubuh, seiring berlangsungnya stimulasi yang terjadi. Fase ini mempersiapkan organ intim pria dan wanita untuk melakukan hubungan seks. Pada pria, penis mulai bereaksi namun belum ereksi secara penuh.

Sementara pada wanita, ciri pertama yang menandai meningkatnya gairah seksual adalah keluarnya cairan pelumas dari vagina, selama sekitar 10-30 detik setelah terjadinya rangsangan. Jumlah cairan akan meningkat seiring meningkatnya gairah.

Fase Orgasme

Orgasme adalah fase ketika tubuh seperti meledak akibat kontraksi yang intensif, dan setelah itu diikuti relaksasi. Otot-otot di seluruh tubuh juga berkontraksi dalam menanggapi orgasme. Pada wanita, orgasme yang ringan dapat berisi tiga sampai lima kali kontraksi, sedangkan orgasme intens bisa berisi sepuluh sampai lima belas kali kontraksi.

Kebanyakan wanita tidak ejakulasi (mengeluarkan cairan) selama orgasme, meski beberapa ilmuwan menyatakan bahwa ada wanita yang mengeluarkan cairan mirip semen (cairan bening) dari uretranya.