Kucing merupakan salah satu hewan peliharaan paling banyak dimiliki oleh banyak orang karena menggemaskan, sehingga menimbulkan rasa nyaman saat bermain dengannya.

Akan tetapi semua kucing belum tentu aman untuk dipelihara. Sebab, dalam bulunya terdapat bakteri yang harus diwaspadai.

Bakteri tersebut bisa menimbulkan berbagai penyakit. Oleh karena itu Anda perlu tahu apa saja jenis penyakit dari bulu kucing.

1. Kurap

Kurap adalah infeksi jamur yang bisa menular. Umumnya, kurap muncul dari bentuk ruam yang melingkar. Dilansir dari Mayo Clinic, seseorang dapat tertular saat membelai hewan peliharaan.

Penularan juga dapat terjadi saat menyentuh permukaan barang yang terkontaminasi jamur dari hewan yang terinfeksi.

2. Penyakit Lyme

Lyme adalah penyakit menular yang ditularkan lewat gigitan kutu yang terinfeksi bakteri. Kutu biasanya hidup di antara bulu-bulu kucing.

Mengutip laman MDLinx, kucing dan anjing kerap terkena penyakit lyme karena gigitan kutu. Kendati belum ada penelitian yang menunjukan lyme bisa ditularkan dari hewan ke manusia, namun anda harus tetap waspada.

3. Cakaran Kucing

Memiliki hewan peliharaan misalnya kucing, risiko tercakar sangat besar dialami oleh pemiliknya. Bila sudah terkena cakaran hewan, anda perlu hati-hati karena lukanya mengandung bakteri Bartonella henselae.

Bakteri ini dibawa oleh 40 persen kucing suatu waktu dalam hidup mereka. Penyakit ini bisa tersebar ke manusia saat kucing menjilati luka terbuka pada permukaan kulit atau saat menggigit dan mencakar.

Namun, tak hanya dengan gigitan dan cakaran, bakteri ini juga bisa menyebar melalui bulu kucing yang tersentuh.

4. Leptospirosis

Penyakit ini bisa menular lewat cairan urine hewan yang sudah terinfeksi bakteri. Penularannya bisa terjadi saat seseorang tidak sengaja menyentuh air seni atau sisa air seni yang terinfeksi.

Hal itu memudahkan bakteri untuk masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka atau selaput lendir. Tanpa pengobatan, leptospirosis dapat berakibat serius.

5. Toksiplasmosis

Penyakit ini ditularkan melalui parasit mikroskopis yang ditemukan dalam kotoran hewan. Kendati kucing kerap membersihkan tubuhnya sendiri, bukan tidak mungkin sisa kotoran masih menempel.

Penularan Toksiplasmosis terjadi saat Anda tak sengaja menelan parasit dalam kotoran hewan. Beberapa gejala yang ditimbulkan di antaranya pembengkakan kelenjar getah bening, kelelahan, demam, dan sakit tenggorokan.