Kamu termasuk orang yang baru mau memulai investasi? Tunggu dulu, sebaiknya intip dulu yuk, 5 kesalahan yang harus dihindari. Soalnya, bagi seorang investor pemula, pasti tidak mau dong melakukan kesalahan yang sebenarnya umum dan bisa dihindari.

Di situasi pandemi virus corona seperti saat ini, secara tidak langsung, memaksa kita untuk lebih kreatif dalam mengatur keuangan. Tak jarang orang yang lari ke investasi agar keuangannya bisa lebih terjamin daripada termakan inflasi.

Memulai investasi memang merupakan salah satu langkah yang bijak untuk menyelamatkan tabungan kamu. Tapi menjadi tidak bijak, kalau kamu melakukan kesalahan umum yang sering terjadi ketika ada pemula yang baru mau berinvestasi.

Untuk itu, penting untuk mengetahui lebih dulu, kesalahan-kesalahan seperti apa yang sering dilakukan investor pemula. Berikut kita bagikan informasi mengenai kesalahan yang harus dihindari saat kamu baru mau mulai investasi.

Ekspektasi Terlalu Tinggi

Kesalahan paling sering terjadi pada seseorang yang baru mau akan memulai investasi adalah ekspektasi yang terlalu tinggi. Masalahnya adalah, aturan utama dalam dunia investasi yang perlu kamu ketahui adalah semakin besar penghasilan maka kian tinggi risiko juga.

Jadi, ketika kamu hanya mau risiko minim, sangat mustahil jika nanti hasilnya bakal sangat besar. Oleh karena itu, ekspektasi buat kamu yang baru memulai investasi tapi risikonya kecil, harus menurunkan ekspektasinya.

Bingung Menentukan Tujuan

Menentukan tujuan di sini maksudnya adalah kamu harus bisa menjawab pertanyaan mengapa ingin berinvestasi. Jika terjun ke dunia investasi agar punya tabungan belasan tahun mendatang, maka investasi di reksadana merupakan pilihan tepat.

Tapi kalau tujuannya hanya ingin agar tahun depan bisa berlibur ke Bali, maka investasi di peer to peer landing adalah solusinya. Degan kata lain, berbeda tujuannya, beda juga pilihan investasiya kawan.

Hanya Investasi Pada Satu Sektor Saja

Jika kamu baru mau memulai investasi, sebaiknya tidak dilakukan pada satu sektor juga. Soalnya begini, jika jenis investasi yang kamu pakai itu mengalami kerugian, maka sulit untuk membalikan modal lagi.

Beda ceritanya jika kamu memutuskan untuk investasi pada berbagai sektor. Soalnya, ketika ada satu sektor kamu alami kerugian, pada sektor lain, bisa mendapatkan keuntungan untuk menutupi masalah tadi.

Keliru dalam Menilai

Keliru dalam menilai jenis investasi juga sangat sering dilakukan. Jika kamu berinvestasi di pasar saham yang fluktuatif dan cenderung menurun, sebaiknya jangan panik dan cepat-cepat tarik dana.

Soalnya, dalam pasar saham, memang fluktuatif dan cenderung menurun adalah hal yang wajar. Bisa saja nanti, keuntungan kamu malah berlipat hasil dari analisa kamu yang tepat.

Tidak Evaluasi Investasi Secara Berkala

Terakhir, terkadang investor pemula lupa melakukan evaluasi secara berkala, padahal itu sangat penting. Tujuan melakukan evaluasi investasi secara berkala tentu agar pengambilan keputusan berikutnya tidak keliru.

Dengan melakukan evaluasi juga, kamu jadi bisa lebih mengerti jenis investasi yang kamu jalankan. Pada akhirnya, memulai investasi adalah langkah yang tepat, hanya saja 5 kesalahan tadi harus dihindari