Perseteruan antara Tsania Marwa dan Atalarik Syah akhirnya sudah sampai di titik akhir. Majelis hakim Pengadilan Agama Cibinong telah mengeluarkan putusan atas gugatan harta gana-gini yang Tsania Marwa berikan terhadap Atalarik Syah.

Putusan yang keluar pada Rabu (31/3/2021) kemarin melalui sistem elektronik menetapkan bahwa yang menjadi harta gana-gini antara Tsania Mawar dan Atalarik Syah hanyalah satu unit mobil Mercedes Benz dan satu set meja makan.

Hanya itu saja (mobil dan meja makan), terkait dengan tuntutan Tsania mengenai rumah kemudia ruko itu tidak terbukti,’’ jelas Raff Sanja Halatta, kuasa hukum Atalarik Syah.

Selain Rumah dan ruko, Tsania Mawar juga menuntut harta gana-gini berupa barang bergerak. Namun karena barang-barang tersebut tidak dapat dibuktikan Tsania, sehingga majelis hakim menetapkan hanya dua barang tersebut sajalah sebagai harta gana-gini Tsania dan Atalarik.

Kami dari pihak tergugat sejak awal hanya mengakui harta bersama satu unit mobil Mercedes Benz, dalam jawaban juga kami sudah mengakui adanya satu set meja perlengkapan,’’ lanjut Raff Sanja Halatta.

Diketahui sebelumnya, total komponen yang dituntut Tsania Marwa sebagai harta gana-gini mencapai nomial Rp 5 miliar. Namun setelah putusan hakim keluar tentu total nominal akhir mengikuti harga kedua barang tersebut.

Putusannya memang memerintahkan untuk membagi dua, hasil penjualan di bagi dua, ketika mobil dijual, satu set meja dijual ada hasilnya lalu dibagi dua,’’ tutur Sanja.

Pihak Atalarik saat ini pun hanya bisa menunggu respon Tsania terhadap putusan akhir majelis hakim.

Kalau dari kami kan posisinya pasif karena kami digugat putusannya dibagi dua ini nanti kita lihat gimana dari Tsania,’’ ungkap Sanja.

Atalarik pun mengaku lega dengan adanya putusan tersebut. Atalarik mengungkapkan bahwa dirinya hanya ingin mempertahankan haknya yaitu harta yang sudah ia miliki sebelum menikah dengan Tsania.

Jadi saya cukup lega dari awal saya bilang saya hanya ingin mempertahankan yang menjadi hak saya yang sudah saya punya dari jauh sebelum menikah yaitu rumah dan ruko, Kalau itu sampai terkait ke gana gini, saya enggak ngerti pihak penggugat mungkin lebih paham,’’ kata Atalarik.

Meski kasus dirinya dan Tsania Marwa dinilai cukup lama prosesnya, namun Atalarik merasa lega kini perselisihannya dengan sang mantan istri telah berada di titik akhir. Ia berharap pihak Tsania sebagai penggugat dapat menerima putusan dari majelis hakim.

Banyak teman-teman bilang, ‘Kenapa sih kasus lo lama banget?’ Enggak, memang keadaan seperti ini enggak ada yang ngulur-ngulur, intinya saya berbahagia, saya bisa tenang ya demi keutuhan keluarga saya,’’ ungkap Atalarik.