Namanya begitu harum karena catur. Tapi kehidupannya berubah menjadi sangat sengsara juga akibat catur. Dia adalah Bobby Fischer, sang the King’s Gambit, salah satu pecatur terhebat dunia yang segala perjalanan karier dan kontroversinya sungguh melegenda.

Bobby Fischer adalah anomali yang membanggakan, terutama bagi negara kelahirannya, Amerika Serikat. Ketika Kejuaraan Catur Dunia sejak 1886 sering didominasi orang-orang Rusia, Bobby Fischer tiba-tiba berhasil keluar sebagai pecatur pertama asal Amerika Serikat yang meraih kejayaan di ajang tersebut.

Momen kali perdana Bobby Fischer menggapai kesuksesan dalam Kejuaraan Catur Dunia tercipta pada 1972. Prestasi indah ini mampu dipertahankannya secara beruntun sampai tahun 1975.

Percayalah, bukan hal mudah bagi Bobby Fischer melangkahkan kaki sampai ke titik demikian. Pertandingan catur era Bobby Fischer bukanlah seperti sekarang yang mana para pemainnya saling beradu strategi memanfaatkan kecanggihan komputer.

Situasinya lebih kompleks, Bobby Fischer dan pecatur-pecatur lain kala itu harus piawai mengatur sisi psikologis masing-masing. Tujuannya tentu agar tak mudah terpancing nafsu dan masuk ke perangkap lawan.

Prestasi Bobby Fischer sejatinya masih ada banyak lagi. Ia tercatat sudah delapan kali memenangkan Kejuaraan Catur Amerika Serikat.

Gelar-gelar bergengsi terus disabetnya dengan cara yang sungguh spesial, yakni ketika usia Bobby Fischer masih sangat muda. Bahkan reputasi Bobby Fischer sebagai pecatur hebat lebih dulu tenar sebelum dirinya menjadi juara dunia pada 1972.

Tidak mengherankan kalau publik lantas banyak yang melabelinya julukan-julukan keren, seperti mozart-nya catur, anak ajaib, dan lain sebagainya. Intinya, Bobby Fischer benar-benar jenius perihal permainan catur, tak jarang membuat lawannya terkagum hingga mati kutu.

Kiprah Bobby Fischer yang paling sensasional jelas saat memenangkan gelar juara dunia 1972. Di final, Bobby Fischer bertemu juara dunia sebelumnya yang berstatus pecatur asal Rusia, Boris Spassky.

Laga melawan Boris Spassky mendapat sorotan yang teramat tinggi dari khalayak dunia. Maklum, sejumlah pihak mengibaratkan pertemuan Bobby Fischer vs Boris Spassky layaknya singgungan politik perang dingin yang tengah terjadi antara Amerika Serikat dan Rusia (kala itu masih bernama Uni Soviet).

Stasiun-stasiun televisi datang khusus meliput pertandingan Bobby Fischer vs Boris Spassky. Mata masyarakat internasional lantas menyaksikan bersama kemenangan bersejarah Bobby Fischer.

Awal Perjalanan Karier

Bobby Fischer, Troubled Genius of Chess, Dies at 64 - The New York Times

Berbeda dengan fenomena pecatur Dewa Kipas yang belakangan ramai,  perjalanan karier Bobby Fischer begitu mengesankan sejak dirinya masih muda. Kalau menyelaminya lebih mendetail, masa awal Bobby Fischer meniti karier sejatinya tak benar-benar berlangsung mulus.

Edisi Bonanza88 mulai dengan membahas latar belakang keluarga Bobby Fischer. Ia merupakan anak kedua dari pasangan suami istri Gerhardt Fischer dan Regina Wender Fischer. Bersama kakak perempuannya, Joan Fischer, masa pertumbuhan Bobby Fischer dihiasi masalah broken home.

Ketika masih kecil, Bobby Fischer harus dihadapkan situasi perceraian kedua orang tuanya. Mereka berpisah akibat terpengaruh oleh situasi skenario politik dan anti-semitisme.

Kehidupan Bobby Fischer dan kakak lantas dilalui bersama ibunya. Bobby Fischer berulang kali melihat ibunya bekerja keras demi bisa memenuhi kebutuhan pokok hidup.

Catur pun seakan menjadi pelarian masa kecil Bobby Fischer yang langsung dihadapkan kepada perkara serumit broken home. Bobby Fischer pertama kali mengenal dan belajar main catur ketika dirinya baru menginjak usia enam tahun.

Proses belajar main catur yang dialami Bobby Fischer juga tidak gampang. Bobby Fischer sama sekali tak memiliki lawan main yang dapat dimaksimalkannya guna berlatih.

Namun Bobby Fischer enggan menyerah atas kondisinya yang serba sulit. Bobby Fischer sering menerapkan metode berlatih melawan dirinya sendiri, supaya kemampuan bermain caturnya kian terasah.

Faktor yang membuat Bobby Fischer sulit mendapat lawan main karena ibunya harus berulang kali menerapkan nomaden. Bobby Fischer hanya bisa mengikuti ibunya yang sering berpindah-pindah kota tempat tinggal.

Ibu Bobby Fischer telah melakukan 10 kali pindah kota, hingga akhirnya memilih menetap di Brooklyn. Setelah pasti tinggal di Brooklyn, Bobby Fischer otomatis jadi lebih mudah dan fokus mengembangkan permainan caturnya.

Mayoritas waktu dalam kehidupan Bobby Fischer dihabiskan cuma untuk membedah sekaligus mempelajari setiap pergerakan permainan catur. Sampai suatu ketika Bobby Fischer menghadiri sebuah acara pameran dan melawan pecatur berlabel master.

Kebetulan acara pameran turut dihadiri oleh Presiden Klub Catur Brooklyn, Carmine Nigro. Pikiran Carmine Nigro langsung berpendapat bahwa ada yang spesial dalam cara bermain Bobby Fischer.

Tanpa banyak basa-basi, Carmine Nigro kemudian meminta Bobby Fischer bergabung ke klubnya. Bobby Fischer menyetujui ajakan Carmine Nigro, supaya kemampuannya terkait bermain catur kian terasah baik.

Memasuki tahun 1954, Bobby Fischer berkesempatan bertemu sekaligus berkenalan dengan seorang Grandmaster bernama William Lombardy. Titik inilah yang ternyata berdampak besar atas peningkatan kualitas permainan catur Bobby Fischer.

William Lombardy mengajari Bobby Fischer lebih banyak lagi kiat-kiat jitu memenangkan permainan catur. Tak jarang Bobby Fischer melakoni latih tanding kontra William Lombardy.

Perlahan teknik-teknik dasar permainan catur Bobby Fischer meningkat drastis. Bobby Fischer mulai diperhitungkan sebagai pecatur muda berbakat setelah mendapatkan status keanggotaan di Manhattan Chess Club.

Tahun 1956, Bobby Fischer masuk ke klub catur lainnya, Hawthorne Chess Club. Langkah ini membuatnya bisa bertemu sosok Jack W Collins, yang kemudian jadi mentor handal untuk Bobby Fischer.

Jack W Collins membawa Bobby Fischer memahami segala unsur permainan catur. Bobby Fischer yang awalnya kuat di dasar-dasar strategi, bisa menjadi lebih handal lagi mengeluarkan strategi-strategi mematikan walau sedang tertekan.

Alhasil, karier catur Bobby Fischer sungguh meroket dan ditakuti seantero Amerika Serikat. Ia juga sukses menduduki posisi satu di daftar pecatur versi Yayasan Catur Amerika Serikat.

Catatan Gemilang Bobby Fischer di Usia Muda

Amazon.com: Bobby Fischer American Chess Grandmaster Photo Art Photos  Artwork 8x8: Photographs

Kemunculan Bobby Fischer dengan segala bakat hebatnya, benar-benar membuat heboh jagat catur. Bobby Fischer yang masih berusia muda secara mengejutkan mampu mendulang banyak catatan serta prestasi gemilang.

Mari mulai dari catatan yang ditorehkannya pada 1956. Mengikuti Kejuaraan Catur Junior Amerika Serikat untuk kali perdana, Bobby Fischer langsung berhasil menempatkan dirinya sebagai juara.

Bobby Fischer menjadi juara setelah mengumpulkan delapan setengah poin dari 10 laga (*rules: menang diberi satu poin, imbang diberi setengah poin). Bahkan kala itu ia juga memecahkan rekor, menjadi pecatur termuda yang bisa menjuarai Turnamen Catur Junior Amerika Serikat.

Bobby Fischer melanjutkan kegemilangannya dalam ajang Kejuaraan Catur Kanada. Setelahnya, ada banyak lagi ajang-ajang catur profesional yang sukses dimenangkan Bobby Fischer.

Segala kesuksesan ini otomatis melambungkan nama Bobby Fischer. Titik sensasi karier Bobby Fischer muda tercipta saat mengalahkan Master Catur Internasional, Donald Byrne.

Permainan Bobby Fischer ketika mengandaskan Donald Byrne mendekati kata sempurna. Banyak pengamat termasuk The Chess Review menilai gaya bermain Bobby Fischer sebagai yang terbaik sepanjang sejarah catur dunia.

Memasuki tahun 1957, Bobby Fischer kembali mampu menjuarai ajang Kejuaraan Junior Amerika Serikat. Delapan ajang catur bergengsi Amerika Serikat lainnya berhasil pula dimenangkan Bobby Fischer pada tahun yang sama.

Catatan tambahan, Bobby Fischer melakukannya di usia yang masih 14 tahun. Fakta demikian sekaligus membuatnya menjadi pecatur termuda yang mampu meraih gelar juara dunia.

Padahal sepanjang tahun 1957 Bobby Fischer sempat berhadapan melawan terbaik Amerika Serikat. Total 13 laga melawan pecatur terbaik itu dimainkan dan Bobby Fischer sukses merebut delapan kemenangan, meraih lima imbang, tanpa pernah sekalipun kalah.

Berlanjut ke tahun 1958, Bobby Fischer lagi-lagi memecahkan rekor sensasional. Bobby Fischer dinobatkan sebagai pecatur termuda yang sanggup meraih status Grandmaster, yakni di umur 15 tahun.

Ciri Khas Permainan Catur Versi Bobby Fischer

Bobby Fischer's 21-move brilliancy - YouTube

Gaya bermain catur ala Bobby Fischer terkenal kejam. Bobby Fischer tak pernah sedikitpun memberikan rasa kasihan terhadap setiap lawan yang dihadapinya.

Melihat lawannya merasa tertekan selalu jadi momen yang membuat Bobby Fischer bahagia. Apalagi pada dasarnya cara bermain catur era Bobby Fischer memang sering menyerang mental dan psikologis pecatur, sehingga gaya Bobby Fischer terbilang tepat.

Bobby Fischer memang benar-benar mendalami permainan catur sampai ke akar-akar. Ia menguasai strategi dan segala literatur tentang permainan catur.

Bahkan Bobby Fischer mampu menciptakan langkah-langkah orisinil yang mematikanlawan. Semua itu bisa tercipta lantaran pondasi permainan Bobby Fischer sudah teramat tangguh.

Strategi favorit Bobby Fischer adalah King’s Gambit. Penjelasan strategi King’s Gambit ini adalah melakukan pembukaan pada bagian putih yang mengorbankan pion sisi raja. Strategi King’s Gambit umum dijalankan untuk mendapatkan serangan mematikan dalam kurun waktu cepat.

Padahal strategi King’s Gambit banyak dinilai pengamat sudah terlalu kuno karena diselimuti risiko kekalahan tinggi. Namun Bobby Fischer terlalu cerdas, sehingga ia dapat memodifikasi strategi King’s Gambit agar berjalan lebih sempurna.

Buktinya paling terlihat saat Bobby Fischer mengikuti ajang Kejuaraan Amerika Serikat pada tahun 1964. Bobby Fischer menampilkan strategi mematikan King’s Gambit versinya dan sukses menghancurkan pesaingnya, Grandmaster Larry Evans.

Manisnya lagi, berkat strategi macam itu, sepanjang 11 laga Kejuaraan Amerika 1964, Bobby Fischer tak pernah tersentuh kekalahan. Ia malah selalu menang, tanpa sekalipun mendapat hasil imbang.

Kontroversi Bobby Fischer

Bobby Fischer's Connection To Iceland | Icelandair Hotels | Magazine

Perjalanan karier cemerlang Bobby Fischer tak lepas dari kontroversi. Bobby Fischer banyak mengeluarkan sikap-sikap eksentrik yang cenderung aneh bagi kebanyakan atlet catur.

Bayangkan saja, Bobby Fischer kerap kali memberikan permintaan khusus kepada panita dari turnamen catur yang diikutinya. Paling sering Bobby Fischer meminta tempat duduk khusus dan ruangan bertanding yang sungguh jauh dari kebisingan.

Pernah pula Bobby Fischer menuntut panita turnamen karena merasa sedang dibuntuti mata-mata Rusia. Bobby Fischer berulang kali ketakutan terhadap beberapa hal, seperti makanan yang disajikan kepadanya, hotel tempatnya menginap, dan bahkan menjalani penerbangan pesawat.

Padahal untuk bisa mengikuti kompetisi-kompetisi catur internasional, Bobby Fischer mau tak mau harus melalui perjalanan udara. Alhasil, Bobby Fischer terbilang cukup banyak absen dari ajang-ajang catur bergengsi akibat ketakutannya atas penerbangan pesawat tadi.

Sikap kontroversi Bobby Fischer turut tercipta saat ia melakoni pertandingan penting kontra Spassky. Bobby Fischer tiba-tiba tak tahan bertanding di ruangan yang dipenuhi penonton dan liputan stasiun-stasiun televisi.

Kalah pada dua game awal, Bobby Fischer meminta kepada panita kompetisi untuk memindahkan ruangan bertanding ke tempat yang hening. Panitia tak bisa memenuhi permintaan demikian dan malah membuat Bobby Fischer mengancam akan mengundurkan diri.

Namun panita akhirnya menuruti kemauan Bobby Fischer. Setelah bermain di ruangan yang hening, Bobby Fischer berhasil mengeluarkan permainan terbaiknya dan memenangkan laga, sekaligus menjadi pecatur Amerika Serikat pertama yang menjadi juara dunia.

Jatuh dan Menderita Akibat Catur

Bobby Fischer Biopic: A Chess Champ 'Against The World' : NPR

Sikap kontroversial Bobby Fischer kerap membuat orang-orang di sekelilingnya kebingungan. Watak Bobby Fischer ini lantas juga berpengaruh terhadap perjalanan karier caturnya.

Tahun 1975 misalnya, Bobby Fischer yang sedang memegang label juara dunia, diharuskan bertanding melawan Anatoly Karpov. Data di atas kertas, Bobby Fischer seharusnya bisa memenangkan laga tersebut dan kembali mempertahankan gelar juaranya.

Namun entah apa alasannya, Bobby Fischer malah menolak pertandingan kontra Anatoly Karpov. Federasi Catur Internasional pun otomatis langsung mencabut gelar juara dunia yang dipegang Bobby Fischer.

Akibat ulahnya menolak bertanding, Bobby Fischer kehilangan sumber penghasilan. Bobby Fischer perlahan diterpa kesulitan ekonomi, bangkrut, hingga menjadi tunawisma.

Suatu ketika pada 1992, Bobby Fischer mendapat tawaran menggelar pertandingan ulang kontra Spassky. Pertandingan ulang dijadwalkan dihelat di Yugoslavia dengan bayaran USD 5 juta.

Bobby Fischer yang sedang jatuh miskin tentu menerima tawarannya. Sungguh disayang, ternyata keputusan Bobby Fischer bertentangan dengan peraturan pemerintah Amerika Serikat yang punya masalah terkait Yugoslavia.

Hukuman atas pelanggaran peraturan pemerintah sangatlah tegas. Bobby Fischer sampai diasingkan ke beberapa negara, mulai dari Hongaria, Jepang, hingga Filipina.

Pernah suatu kali pada 2004, Bobby Fischer berurusan dengan pihak berwajib di Bandara Narita, Tokyo, Jepang. Perkaranya disebabkan oleh Bobby Fischer yang pergi memasuki wilayah Jepang tanpa punya paspor Amerika Serikat resmi.

Bobby Fischer sudah lebih dulu membuang status kewarganegaraan Amerika Serikat. Beruntung Bobby Fischer masih bisa mendapatkan status kewarganegaraan Islandia.

Setelah menjadi warga Islandia, hidup Bobby Fischer jarang terdengar lagi. Sampai datang kabar bahwa pada 2008 Bobby Fischer meninggal dunia setelah diserang penyakit gagal ginjal.