Proses perceraian dan KDRT Nindy Ayunda hingga saat ini masih belum mendapat jalan tengahnya. Nindy mengungkapkan bahwa hingga saat ini suaminya, Askara dan keluarganya masih bersikukuh tidak ingin adanya perceraian.

Persoalan ternyata belum berhenti sampai kepada kasus perceraian saja. Nindy bahkan dituding mempunyai orang ketiga alias berselingkuh yang menjadi penyebab utama retaknya rumah tangga mereka.

kalau ingin mempertahankan pernikahan, harusnya enggak seperti itu, enggak usah tuding-tuding,” kata Nindy Ayunda dalam program Rumpi, Trans TV.

Nindy mengaku selama ini memilih diam dan tidak mau membuat pernyataan sama sekali soal kisruhnya pernikahan yang ia jalani bersama Askara.

“tapi lama-lama aku disudutin terus, akhirnya aku speak up ke media itu karena mereka ngambil surat-surat rumahku, BPKB mobil. Intinya, urusan kebutuhan rumah tangga pun ibaratnya tuh mereka sudah tidak peduli ya sudah. Jangan bilang-bilang seolah peduli gitu lho.” ungkap Nindy.

Ibu yang memiliki dua anak ini menegaskan bahwa dirinya tidak masalah sama sekali jika gerak-geriknya dimata-matai. Nindy mengungkapkan bahwa sopir dan baby sitter yang bekerja dengannya ternyata dijanjikan uang tambahan oleh pihak Aska untuk menjadi mata-mata di rumahnya. Bahkan tidak main-main, dua pegawainya juga mengambil surat rumah dan BPKB mobil.

Aku mau diikutin, mau divideon, terserah enggak masalah. Cuma ini aku kedapatan tangan merekam pembicaraan keluargaku, aku, ibuku, sama kakakku,” ujar Nindy.

Setelah kejadian tersebut, Nindy menginterogasi sang sopir dan baby sitter, mereka akhirnya mengaku bahwa mereka membuka brankas milik Nindy.

Merasa bahwa yang dilakukan pihak keluarga suaminya sudah melewati batas membuat Nindy akhirnya memberanikan diri untuk mengungkapkan fakta yang sebenarnya terjadi.

Jadi atas dasar itulah akhirnya buka aja,” Imbuh Nindy.