Lady GaGa lahir di New York pada 28 Maret 1986. Gaga yang memiliki nama asli Stefani Joanne Angelina Germanotta ini merupakan putri sulung dari pasangan Josep dan Cynthia Germanotta. Adapun adik perempuannya bernama Natali Germanotta yang terpaut usia tiga tahun dengan GaGa.

Sejak kecil, kegemaran GaGa adalah bermain musik dan mencipta lagu. Terinspirasi dari masa kecilnya itu, GaGa kemudian memilih jalur musik sebagai bidang studinya dengan mengambil pendidikan di Tisch School of the Arts yang dikelola oleh Universitas New York pada usia 17 tahun. Di sekolah seni itulah GaGa menempa bakatnya dalam bermain musik dan mencipta lagu.

Tak lama setelah itu, kemampuannya di bidang musik semakin berkembang dan mempertemukannya dengan produser Rob Fusari yang membantunya menciptakan beberapa single yang kemudian menjadi hits. Bersama dengan Rob, Gaga juga menemukan nama panggung Lady GaGa yang terinspirasi dari lagu milik grup musik rock Queen, “Radio Ga Ga”.

Di tahun 2008, Gaga merilis debut album pertamanya yang berjudul “Queen” di bawah naungan label rekaman Interscope Record. Berkat album itu, dirinya meraih penghargaan Grammy 2010 untuk kategori Best Electronic/Dance Album dan Best Dance Recording. Kepiawaiannya bernyanyi dapat disaksikan lewat beberapa singlenya yang menjadi hits seperti “Poker Face”, “Just Dance”, “Bad Romance” dan “Telephone”.

Tidak hanya itu, Gaga yang kini berusia 24 tahun ini adalah seorang penyanyi yang berdedikasi dan selalu tampil maksimal. Hal itu dibuktikan tidak hanya dengan kemampuannya bernyanyi tetapi juga dengan gaya dandannya yang unik dan nyentrik. Namun, gayanya tersebut bukanlah tanpa sebab.

Menurut Gaga, semua aksi dan dandanannya yang unik selalu memiliki makna penting yang ingin dia sampaikan kepada masyarakat. Misalnya, ketika dia tampil membawakan lagu “Paparazzi” di ajang MTV Video Musik Award 2009. Kala itu, memakai wig pirang dan dibalut pakaian minim serba putih, Gaga beraksi dengan muka dan tubuh penuh darah sebagai bentuk solidaritas atas meninggalnya Putri Diana akibat ulah para paparazzi.

Selain itu, dia juga pernah tampil mengenakan kostum yang dilengkapi ratusan boneka Kermit the Frog. Lewat penampilannya yang unik tersebut Gaga mengekspresikan pendapatnya tentang dunia fashion yang lebih banyak menggunakan bulu binatang.

Ciri khasnya tersebut kembali muncul saat tampil di video musik “Telephone” dimana dia juga tampil dengan mengenakan kostum serba minim dan topi koki lengkap dengan wig yang dibentuk seperti telepon.

Bahkan, di kehidupan sehari-hari dia juga muncul dengan gaya uniknya itu, yakni ketika mengenakan topi berbentuk lobster keperak-perakan saat makan malam di Restoran Chow di London dan tampil di depan publik hanya dengan wig pirang yang dibentuk seperti pita dan mengenakan pakaian senam ketat dibalut dengan blazer.

Album dan Layar Lebar

Lady Gaga to release new album called 'Chromatica'

Penyanyi dengan nama asli Stefani Joanne Angelina Germanotta ini lahir di New York dan dibesarkan dalam keluarga Italia-Amerika. Sejak kecil, Lady Gaga telah menunjukkan minatnya di dunia permusikan.

Melansir Britannica, saat remaja Lady Gaga sudah mulai berani tampil di atas panggung di klub Kota New York. Ia mengambil studi di sekolah khusus perempuan di Manhattan sebelum akhirnya melanjutkan belajar musik di Sekolah Seni di Universitas New York.

Lady Gaga belajar di universitas selama dua tahun sebelum akhirnya putus sekolah untuk mengembangkan karier musiknya. Memiliki gaya ‘glam rock’ dan fashion yang over-the-top, menjadikan penampilan Lady Gaga sangat mencolok dari penyanyi kebanyakan.

Pada 2007, Lady Gaga bersama Lady Starlight membentuk pertunjukan ‘Ultimate Pop Burlesque Rockshow’. Pada tahun yang sama, Lady Gaga, bersama penyanyi Akon dan Interscope Records mulai mempersiapkan album debutnya, The Fame, yang dirilis pada 2008.

Penampilan Lady Gaga merupakan pengaruh dari nama-nama penyanyi besar, salah satunya David Bowie. Bahkan nama ‘Gaga’ merupakan inspirasi dari lagu Queen berjudul ‘Radio Ga Ga’. Fesyennya dikombinasikan dengan musik tempo tinggi, dansa sintetik, dan penampilannya yang edgy dan teatrikal sehingga menciptakan suara dan visual yang menakjubkan.

Dari 12 lagu baru dari ‘The Fame’, Lady Gaga memilih lagu duetnya dengan Colby O’Donis yaitu ‘Just Dance’ sebagai single utama. Lagu ini menjadi hit di klub-klub di AS dan berhasil berada di urutan 2 tangga lagu Billboard Hot Dance Airplay dan Billboard Hot Dance Club Play.

Sementara itu, untuk single kedua, dia memilih ‘Poker Face’. Album musik ini terjual lebih dari 12 juta kopi di seluruh dunia dan dinominasikan untuk enam penghargaan di Grammy Awards ke-52, termasuk untuk Album of the Year.

Video-video musik Lady Gaga juga dikenal mengundang kontroversi. Salah satu video musiknya ‘Alejandro’ dianggap sebagai penistaan agama Katolik. Namun Lady Gaga mengatakan bahwa, hal tersebut bukan bentuk penistaan dan video tersebut berhasil menarik banyak view.

Karena kesuksesan album tersebut, Lady Gaga merilis ulang albumnya menjadi ‘The Fame Monster’, tetapi sebuah kesalahan muncul pada pertengahan 2010 ketika mantan produsernya Rob Fusari menginginkan bagian penghasilannya dari ‘The Fame’. Kasus diselesaikan ketika Mahkamah Agung New York menolak gugatan tersebut dan gugatan balik diajukan oleh Lady Gaga lima bulan kemudian.

Album kedua Lady Gaga diharapkan mendapatkan kesuksesan seperi album pertamanya. Ia merilis single ‘Born This Way’ dan mendapatkan kritikan.

Banyak yang mengatakan bahwa Lady Gaga meniru video musik ‘Vogue’. Terlepas dari komentar miring tersebut, Lady Gaga tetap dipercaya untuk tampil live pertama kalinya di Grammy Awards ke-53. Tampilan live-nya yang terkenal muncul dari kulit telur raksasa untuk memproyeksikan gagasan album keduanya ‘Born This Way’.

‘Born This Way’ berhasil berada di deretan Billboard Hot 100. Album tersebut juga terjual lebih dari 3 juta kopi secara digital di AS.

Album ketiga bertajuk ‘ARTPOP’ dirilis pada tanggal 6 November 2013, membutuhkan 2 tahun pengerjaan. Single dari album ini ‘Applause’ berhasil berada di urutan 4 di chart Billboard Hot 100. Tepat sebelum album dirilis, muncul berita bahwa dia berpisah dengan manajer lamanya Troy Carter karena perbedaan pandangan.

‘ARTPOP’ berada di urutan pertama Billboad 200, namun dianggap sebagai album gagal karena penjualannya tidak sebanyak album-album terdahu Gaga. Menyusul kritik penggemar, Lady Gaga kembali pada 2014 dengan album jazz yang ia kerjakan bersama Tony Bennett ‘Cheek to Cheek’. Album ini mendapat sambutan hangat dari para kritikus dan memulai debutnya di No. 1 di tangga album.

Pada 2017, Lady Gaga debut dalam karier akting. Ia membintangi sebuah film berjudul ‘A Star is Born’ dan berperan sebagai penyanyi dan beradu akting bersama Bradley Cooper. Film debutnya di tersebut menduduki urutan nomor 2 di Box Office dengan penghasilan 41,3 juta dolar AS.

Tak hanya filmnya yang sukses, album soundtrack-nya juga berada di puncak tangga lagu Billboard 200. Single utama film tersebut, ‘Shallow’, menduduki puncak tangga lagu di Irlandia dan Swiss selain memuncak di No 5 di Billboard’s Hot 100 chart.

Di tahun yang sama, Lady Gaga juga diumumkan sebagai salah satu penerima penghargaan pada 2018 ELLE Women.

Dari Gaun Daging hingga video mesum

Baju Daging Lady Gaga Bikin Heboh Jepang : Okezone Celebrity

  1. Gaun yang terbuat dari daging

Apa definisi seni? Apakah seni itu pernyataan melawan penindasan? Atau justru sebaliknya, terlihat menjijikkan? Inilah perdebatan ketika publik melihat penampilan Lady Gaga yang mengenakan pakaian yang terbuat dari daging hewan mati rancangan Franc Fernandez ketika ia menghadiri MTV Video Music Awards.

  1. Born This Way

“Ciptaan” Gaga ini dianggap sudah mencapai level keanehan yang ekstrim. Pada sampul album Born This Way, Gaga terlihat seperti manusia siluman. Bagian kepalanya ada di bagian atas stang sepeda motor dengan ekspresi wajah menggeram dan rambut awut-awutan, bahunya menjelma jadi setang sepeda motor dengan kedua tangan menjadi “besi” yang tersambung pada roda motor bagian depan. Badannya tak lagi terlihat seperti manusia, tetapi menjadi sadel sepeda motor.

  1. Burlesque

Tahun 2010, Gaga diwawancara kritikus rock The Telegraph Neil McCormick. Perempuan kelahiran 28 Maret 1986 ini bercerita, sebelum dia terkenal seperti sekarang, sumber pendapatan utamanya adalah dengan menjadi penari Burlesque. “Saya di atas panggung hanya mengenakan thong (celana dalam minim yang tidak menutupi bagian bokong) yang talinya menggantung di bokong saya, lampu sorot yang menyinari rambut, menari go-go untuk Black Sabbath, dan menyanyikan lagu-lagu tentang seks oral,” kata Gaga. Dan lagu-lagu semacam ini pun tampak dalam lagu-lagu Gaga sekarang, minus tentang Black Sabbath.

  1. Video mesum

Gaga mendapat kecaman terbuka karena video-video klipnya. Dalam video-videonya, ia kerap tampil separuh hingga sepenuhnya telanjang. Gaga menyajikan seks masokis seperti dalam Telephone serta mencampurkan adegan seks dan religi dalam Alejandro.

  1. Gugatan dari mantan pacar

Gugatan itu datang dari Rob Fusari, mantan pacarnya pada 2010. Fusari tak sekadar mantan pacar, tapi pria ini adalah rekan bisnis dan produsernya. Fusari adalah orang yang memberi nama Lady Gaga, sekaligus membentuk gaya Gaga hingga terkenal. Ia menuntut Gaga senilai US$ 30,5 juta. Walau akhirnya mereka memutuskan menyelesaikan kasus di luar pengadilan. Hmm.

  1. Es krim rasa air susu ibu

Covent Garden ice cream parlour The Icecreamists. Perusahaan ini pernah meluncurkan rasa baru pada produk es krimnya yang dinamai “Baby Gaga”. Apa kandungan es krim ini? Campuran kacang poling dengan vanila, lemon, dan… hmm, air susu ibu. Ternyata, Gaga tak menyukainya dan mengancam mengambil tindakan hukum.

  1. Terbiasa mengenakan baju aneh

Jauh sebelum mengenakan gaun yang terbuat dari daging hewan mati, ternyata karier Gaga telah diwarnai serangkaian pakaian yang nyeleneh. Misalnya baju Red Riding Hood alias seperti dalam cerita dongeng “Si Tudung Merah”, baju seperti surai singa dan sangkar burung, serta pakaian ala mandi busa.

  1. Biseksual

Perempuan ini pernah mengaku menyukai sesama jenis, sekaligus menyukai lawan jenis. Pandangannya mengenai biseksual juga terlihat dalam lagu hit Poker Face.

  1. Lady Gaga and The Sociology of Fame

Gaga menjadi perdebatan dalam hal budaya populer karena penampilan, musik pop, dan gaya busananya. Professor Mathieu Deflem dari University of South Carolina pun menjadikannya sebagai penelitan dan membuat kajian akademis berjudul Lady Gaga and the Sociology of Fame.

  1. Judas Song

Tak puas dengan kehebohan lagu dan video klip Alejandro yang dianggap menghujat religi, Gaga meluncurkan lagu Judas Song. Lewat liriknya, Gaga menyatakan cintanya kepada Yudas, rasul yang mengkhianati Yesus atau Isa Almasih. Lagu ini bocor kepada publik beberapa hari menjelang Paskah. Banyak pihak menganggap ini disengaja dan bagian dari promosi.

Batal Konser di Indonesia

Konser Lady Gaga Dilarang Polri - Seleb Tempo.co

Pembatalan konser Lady Gaga di Jakarta pada 2012 dapat menjadi preseden buruk bagi industri konser di Indonesia, kata pengamat musik Denny Sakrie.

Kuasa hukum Big Daddy Entertainment, promotor yang mendatangkan Lady Gaga, Minola Sebayang, hari ini (27/05) memastikan konser sang Mother Monster yang sedianya digelar di Jakarta pada 3 Juni mendatang dipastikan gagal karena kealasan keamanan.

Minola mengatakan manajemen Lady Gaga memastikan untuk membatalkan konser di Jakarta karena alasan keamanan, baik keamanan penyanyi tetapi juga penonton.

“Kalau kita lihat yang buruk akhirnya nama Indonesia karena adanya kesimpangsiuran siapa yang berwenang di sini dan untuk industri konser ini preseden buruk karena tidak jelas standarnya seperti apa,” kata Denny Sakrie pada BBC Indonesia.

Menurutnya hal ini hanya menunjukkan ketidaktegasan sikap pemerintah Indonesia karena rencana konser awalnya berjalan lancar.

“Penjualan tiket dikawal polisi dan lancar tetapi tiba-tiba ada tekanan dari ormas dan polisi mengikuti keinginan ormas… ini juga yang membuat manajemen menilai keadaan di Indonesia tidak aman,” kata Denny seperti dilansir Edisi Bonanza88 dari sejumlah sumber.

Awal pekan lalu promotor sempat mengumumkan bahwa sudah ada kompromi antara pihak penyelenggara dan Lady Gaga untuk melakukan sejumlah penyesuaian.

“Tapi pihak ormas mengatakan kalau izin diberikan mereka akan membuat pencegahan di venue [lokasi], berita itu sampai di manajemen Lady Gaga dan mereka berasumsi akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti penonton cedera sehingga mereka memilih membatalkan saja,” kata dia.

‘Catatan internasional’

Meski gagalnya konser ini tidak serta merta akan mematikan industri konser musik di negeri ini, Denny mengatakan hal ini akan diingat dunia.

“Tidak semua jenis musik dan musisi kontroversial seperti Lady Gaga tetapi kondisi ini membuat nama Indonesia menjadi catatan tersendiri di mata internasional,” kata dia.

Para promotor konser di Indonesia, menurut Denny, menginginkan standar regulasi yang benar dan baku.

“Mereka [promotor] ingin kejelasan bagaimana harus bersikap. Jika mereka melanggar regulasi ya mereka terima, tetapi ini tiba-tiba ada satu pihak yang bertindak sebagai polisi moral dan akibatnya runyam di mana-mana,” kata Denny.

Salah satu ormas yang paling keras menyuarakan penolakan terhadap konser ini adalah Forum Pembela Islam (FPI).

Ketua DPD FPI Jakarta Habib Salim Alatas pekan lalu mengatakan pada BBC bahwa mereka tidak menginginkan Lady Gaga karena ia adalah pemuja setan dan juga karena busananya dinilai tidak mengikuti norma kesopanan.

Lady Gaga tidak mengumumkan pembatalan ini di akun Twitternya yang diikuti lebih dari 24 juta orang. Kicauan terakhirnya di Twitter adalah “tidak ada yang suci dari sebuah kebencian.”

Sementara itu klub penggemar Lady Gaga di Indonesia mengatakan kecewa tetapi mereka bisa mengerti.

“Kita kecewa sekali tapi ikhlas, karena yang membatalkan Gaga… Lebih baik batal dari pada terjadi apa-apa,” kata salah seorang pengurus klub itu, Anggiat Sihombing.