Penemuan kartu remi dikaitkan dengan pelukis Prancis abad ke-14 Jacqueline Grangonner, yang diduga adalah orang pertama yang menemukan lembaran karton kecil yang dicat ini. Dan dia melakukan ini untuk menghibur Charles VI dengan mereka di saat-saat pencerahan pikiran Yang Mulia yang gelap.

Versi ini pertama kali disangkal pada abad ke-18 oleh dua penulis terpelajar, kepala biara de Longrue dan Reeve, yang secara meyakinkan membuktikan dalam disertasi mereka bahwa kartu dan permainan kartu muncul jauh sebelum pemerintahan penguasa yang malang ini.

Bukti pertama yang tak terbantahkan tentang ini adalah tindakan asli Katedral Cologne, yang melarang pendeta bermain kartu.

Tindakan ini terjadi jauh lebih awal daripada saat Grangonner mempresentasikan peta yang dia gambar ke raja gila. Bayaran yang layak yang dia terima untuk kartu-kartu ini mendorong artis untuk menjadi kreatif, dan dia mulai secara aktif bekerja untuk meningkatkan desain kartu.

Dia mengganti beberapa angka di kartu, dan pada masa pemerintahan Charles VII membuat perubahan lebih lanjut pada gambar di kartu dan muncul dengan nama tokoh yang mereka bawa sekarang.

Jadi, atas keinginan seniman David, dari kartu raja adalah lambang Charles VII, dan raja hati bernama Charlemagne. Ratu Regina di klub wanita memerankan Mary, istri Charles VII.

Kartu remi yang kita tahu memiliki 52 kartu dalam satu set, biasanya bergambar ambigram ( gambar yang dapat diputar-balikan ) dengan simbol di pojok bergambar keriting (♣), wajik (♦), hati (♥) dan sekop (♠).

Simbol yang digunakan itu sebenarnya berasal dari perancis, wajik dan hati memiliki warna set kartu merah, sedangkan keriting dan wajik memiliki warna set kartu berwarna hitam. Angka kartu dimulai dari 1 (As) hingga 10, lalu J (Jack), Q (Queen), K (King), dan dua joker (satu hitam, satu putih).

Dengan hitungan seluruh angka dan simbol, maka dalam satu set kartu remi memiliki 54 kartu, namun biasanya joker tidak digunakan untuk bermain. Kartu Remi seringnya terbuat dari kertas, plastic, atau kertas laminating. Kartu remi bisa dimainkan untuk sulap, permainan kartu, pertunjukan trik, atau tarot.

Kartu remi dari plastik hingga online

Arab Saudi akan gelar turnamen kartu remi | Albalad.co

Bermula dari sastra negeri Tiongkok pada abad ke 10, Kartu remi tersebar luas melalui jalur sutra dan mulai terlihat di beberapa benua di eropa pada abad ke 13. Namun kartu remi juga ditemukan di beberapa negara lainya seperti Mesir, Persia, Arab.

Kartu remi mulai terkenal die rope pada abad ke 15 dengan berbagai perbedaan simbol. Negara Jerman, Itali, Spanyol memiliki dek dan simbol yang berbeda.

Kartu remi juga dikenal dengan keunikan gambar, beberapa orang mengumpulkanya untuk sovenir atau hobi kolekting. Terkadang juga digunakan untuk sarana edukasi, dan yang pasti kartu remi digunakan di tempat-tempat perjudian atau kasino.

Untuk sekarang ini, kartu remi memiliki 2 ukuran. Untuk ukuran kartu remi bridge memiliki panjang 89mm dan lebar 57mm, dan kartu remi poker memiliki panjang 89mm dan lebar 63.5mm. Perbedaan ukuran tersebut dibuat karena pada permainan blackjack di kasino memiliki standar meja yang ramping dan dimainkan oleh beberapa pemain sehingga dapat memudahkan untuk membagi kartu tersebut. Lalu pada beberapa permainan poker juga memiliki ukuran unik seperti panjang 44mm dan lebar 60mm.

Untuk perjudian online berbasis video, kartu yang dimunculkan juga memiliki ukuran tersendiri guna untuk memudahkan pemain melihat kartu tersebut dengan jelas. Beberapa permainan kartu remi adalah blackjack, bakarat, poker.

Ada 1001 macam permainan kartu. Setiap negara bahkan wilayah suatu negara  memiliki jenis permainannya sendiri. Di tanah air kita akrab dengan  istilah permainan “empat-satu”, “remi”, “cangkulan”, dsb. Namun yang  populer di banyak negara misalnya poker, canasta, blackjack, casino,  solitaire, bridge denganjumlah permainan yang bisa berbeda-beda.

Solitairedan bridge bagi kita barangkali lebih familiar ketimbang yang lain.  Solitaire, yang sudah dimainkan orang sejak ratusan tahun lalu – dan  banyak jenisnya – itu dimainkan sendirian,terutama untuk mengisi waktu  luang. Jangan heran kalau menjelang jam kerja berakhir di  kantor-kantor, mudah dijumpai karyawan asyik memainkannya di layar  komputer pribadi (PC) pun agak samar-samar. Mungkin dibawa oleh para  pedagang, tentara atau suku-suku nomaden. Yang jelas, jenis permainan  kartu ini – entah datang dari Timur, Mesir atau Arab – muncul di Italia  kira-kira akhir tahun 1200-an. Setelah itu menyebar ke Jerman, Prancis,  dan Spanyol.

Sejumlah ahli sejarah menduga, kartu permainan itu hasil evolusi dari sejenis permainan catur  yang dimainkan oleh para gembala di Asia barat. Sambil menggembala,  mereka bermain catur memakai kerikil. Ahli lain berpendapat, permainan  kartu merupakan evolusi dari semaram upacara untuk berkomunikasi  dengan para dewa. Empat batang tongkat atau anak panah yang sudah  ditandai dengan empat simbol berbeda, dilemparkan ke atas altar.

Tongkat mana yang jatuh, itulah yang diintepretasikan sang pendeta sebagai titah dewa.

Kartu pertama di Eropa (Italia) disebut Tarot (tarrochi) atau tablet nasib karena bentuknya seperti tablet, dan digunakan antara  lain untuk meramal nasib. Tarot tertua berasal dari tahun 1470 di  Lombardy. Satu setnya 50 kartu, dibagi menjadi lima kelompok masing-masing 10 kartu. Pada permukaannya terukir tema-tema alegori  atau mitologi tentang berbagai aspek kehidupan seperti ilmu, seni,  planet, dsb.

Tarot terus berevolusi. Tarot Venetia jumlahnya 78 kartu, termasuk sebuah kartu – namanya il mattao (si pandir) – yang diduga sebagai cikal bakalnya joker modern. Dulu kartu permainan teratas dinikmati kaum berduit mengingat harganya  mahal. Maklum, masih buatan tangan dan gambarnya hasil lukisan.

Setelah  sistem cetak dengan kayu ditemukan, kartu menjangkau masyarakat ramai. Produksi makin meningkat setelah ditemukan teknik cetak dengan plat  tembaa ditemukannya proses reproduksi warna dengan teknik litografi di  awal 1800-an makin mendorong munculnya kartu-kartu cantik dari Jerman,  Italia, dan Prancis.

Sejarah tidak mencatat siapa sebenarnya sosok Jack, Queen, dan King pada  kartu modern. Namun Tokoh pada kartu-kartu sebelumnya terus berganti  dari waktu ke waktu. Pada kartu tua dari Italia dan Spanyol, keempat  kartu King-nya menggambarkan para raja dari kerajaan besar dunia Abad  Pertengahan. Lalu ketika Raja Henry III dari Prancis naik tahta, kostum  para bangsawan pada kartu berubah mengikuti mode di zaman itu.

Perkembangan kartu remi

Kartu Remi Poker Playing Cards - D932 - White - JakartaNotebook.com

Pada awalnya kartu remi berfungsi sebagai kartu untuk permainan dan merupakan salah satu jenis kartu yang mulai diperkenalkan di Eropa pada abad ke 14. Tercatat muncul pertama kali pada tahun 1367 di  Bern, Switzerland. Kartu Remi diperkirakan berasal dari permainan di Arab/ kesultanan Mamluk di Mesir beberapa abad sebelumnya.

Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan jaman permainan kartu ini  menyebar ke Jerman, Prancis, dan Spanyol bahkan sampai ke Negara kita  Indonesia ini.

Mungkin selama ini kita tidak pernah peduli dan tau apa makna dari setiap gambar di Kartu Remi ini.Kartu yang sering kita kenal adalah jenis kartu dari Negara Inggris. Seperti JACK (J) QUEEN (Q) KING (K) dan ACE (A). Jenis kartu dari Inggris ini dalam satu setnya berjumlah 52 lembar, ditambah dengan JOKER.Di dalam kartu ini ada beberapa Fenomena yang unik,Mau tau?….berikut Edisi Bonanza88 coba menjelaskan.

Ada beberapa fenomena tentang kartu yang sering kita mainkan di antaranya: Jumlahnya 52, kenapa 52 ? Jumlah seminggu dalam setahun adalah 52 dan setiap kartu mewakili satu minggu.

52 (5+2) = 7 = 7 hari dalam seminggu.

Karena dari Inggris yang notabene 4 musim jadi kartunya mempunyai 4 jenis/gambar:

Spade          ♠  Mewakili musim dingin

Heart           ♥  Mewakili musim gugur

Diamond      ♦  Mewakili musim semi

Club            ♣ Mewakili musim panas

Dalam satu jenis terdapat 13 kartu (dari As s/d King) 13 adalah jumlah minggu dalam satu musim.

13 (1+3) = 4 = jumlah musim dalam satu tahun = 4 penjuru mata angin.Warna merah melambangkan Siang dan warna Hitam melambangkan Malam.

Kalau angka kartu dalam satu jenis di jumlahin semua (As = 1, Jack=11, Queen=12 dan King=13), maka jumlah totalnya adalah 364! Sama dengan jumlah hari dalam satu tahun, ditambah 1 Joker, menjadi 365 hari.

Kalau jumlah huruf dari nama-nama kartu yang ada satu deck anda hitung, baik dalam bahasa Inggris, Belanda, Jerman ataupun Perancis, maka jumlahnya adalah 52! Sama seperti jumlah minggu dalam 1 tahun.

Dari setiap jenis juga melambangkan 4 pilar yang utama di zaman Middle Ages.

Spade melambangkan militer, heart melambangkan Gereja, diamond melambangkan Kelas Pedagang sedangkan Club melambangkan Aglikultur

Setiap kartu Raja (KING) dari setiap jenis, represent to some of Great King from history, nih :

Spade => King David adalah Raja Israel

Heart => Charlemagne adalah pendiri The Holy Roman Empire

Diamond => Julius Caesar adalah The Great Dictator of Rome

Club => Alexander The Great adalah Jenderal Macedonia

Hearts — Spades — Diamonds — Clubs

(K) Charlemagne — David — Caesar — Alexander

(Q) Ragnel — Judith — Pallas — Argeia

(J)  Ogier — Judah Maccabee — Aulus Hiritus — Hector

Siapakah mereka ? Mereka adalah para Hero pada zaman Middle Age dulu. Selain itu ada lagi misteri-misteri tentang kartu yang belum bisa dijawab sampai sekarang, misalnya, King Hati satu-satunya King yang tidak mempunyai kumis. King Hati juga mengarahkan pedangnya ke arah kepalanya sendiri, oleh karena itu King Hati selalu disebut “The Suicide King”.

Lalu ada, King Diamond cuma keliatan satu sisi muka, dimana king-king lainnya tidak seperti itu.n Queen Spade melihat ke arah kanan, dimana Queen-Queen lainnya melihat ke arah kiri.

Queen Spade satu-satunya Queen yang memegang tongkat dan bunga, dimana Queen-Queen lainnya hanya memegang bunga saja.

Melatih kecerdasan otak

Bermain Sambil Belajar Matematika dengan Permainan "KARMA" (Kartu Remi  Matematika) Halaman all - Kompasiana.com

Permainan kartu bilangan merupakan salah satu benda yang dapat dimanfaatkan sebagai permainan edukatif. Media kartu yang dikemas dalam bentuk permainan edukatif diharapkan dapat menjadikan proses belajar lebih menarik dan siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran media permainan kartu bilangan adalah alat perantara yang digunakan dalam permainan dengan menggunakan kertas yang dibentuk sesuai dengan keperluan terdiri dari kumpulan beberapa angka yang mengandung makna untuk mencapai tujuan pembelajaran. Berdasarkan metode permainan kartu sebagai metode untuk meningkatkan kemampuan operasi hitung siswa yaitu Karetung.

Karetung yaitu permainan kartu yang diadaptasi dari permainan kartu remi. Karetung berisi operasi-operasi hitung dalam matematika seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian yang berjumlah sebanyak 54 buah kartu, yang terdiri dari 13 kartu love, 13 kartu wajik, 13 kartu sekop,13 kartu keriting dan 2 kartu joker yang dilambangkan dengan variable X dan Y. Karetung pada penulisan ini dibuat dengan kertas foto berukuran 8.7 x 6.2 cm.

Permainan karetung dilakukan dengan aturan sebagai berikut:

  • Permainan KARETUNG dimainkan sebanyak dua orang atau lebih;
  • Kocok karetung hingga agar kartu tersebut teracak;
  • Bagikan kartu masing-masing orang sebanyak 5 kartu;
  • Buka satu kartu sebagai pembuka permainan karetung;
  • Pemain mencari kartu yang mempunyai gambar yang sama dengan kartu pembuka permainan karetung;
  • Sisa kartu di gunakan untuk pencabutan apabila dari kelima kartu tersebut tidak terdapat kartu yang sama gambarnya. Dengan ketentuan dimana hasil yang lebih besar nilainya akan memasang kartu selanjutnya untuk melajutkan permainan;
  • Dikatakan memenangkan permainan apabila kartu yang dimiliki salah seorang pemain telah habis. Apabila tedapat lebih dari dua pemain maka pemainan dapat dilanjutkan sehingga pemenangnya tidak hanya satu siswa saja.