Kecantikan merupakan sesuatu yang identik dengan wanita dan didambakan oleh setiap wanita dari berbagai kelompok sosial. Secara umum cantik biasanya mengacu pada paras wajah maupun bentuk tubuh seseorang.

Gloria Swanson mengatakan bahwa wajah menjadi penentu dasar bagi persepsi mengenai kecantikan atau kejelekan individu, dan semua persepsi ini secara tidak langsung membuka penghargaan diri dan kesempatan hidup kita, karena wajahlah yang pertama kali ditangkap oleh indera penglihatan orang lain dan wajah yang menjadi cermin kecantikan tersebut.

Sedangkan, Kasiyan menyatakan bahwa perempuan dikatakan cantik tidak hanya berdasarkan kecantikan wajahnya, tetapi juga identik dengan kulit yang putih, mulus dan kencang, serta bentuk tubuh yang menonjolkan lekukan dan kemontokan organ tertentu, seperti dada, pinggul dan bibir yang sensual.

Setiap suku bangsa memiliki berbagai standar kecantikan yang berbeda satu sama lain, bahkan ada juga standar keceantikan yang dinilai cukup ekstrim dan membutuhkan perjuangan yang berat untuk memperoleh agar sesuai dengan apa yang dikatakan cantik menurut kebudayaan mereka.

Diantaranya wanita suku Karen (Kayan) di Thailand. Kriteria kecantikan wanita di suku ini yaitu leher yang panjang yang diperoleh dengan memakai gelang logam berwarna emas dileher selama bertahun-tahun. Semakin panjang leher mereka maka mereka akan dianggap semakin cantik. Demikian pula halnya dengan wanita dari Ethiopia  yang mana budaya mereka mendefinisikan bibir yang lebar sebagai simbol kecantikan perempuan.

Perempuan Ethiopia menggunakan piringan yang terbuat dari tanah liat yang semakin lama akan semakin diperbesar ukurannya agar semakin lebar bibirnya. Tak hanya itu, di Mauritania memiliki ukuran dan simbol kecantikannya yaitu wanita yang bertubuh gemuk.

Hal ini berbanding terbalik dengan keinginan sebagian besar perempuan yang berupaya untuk memperoleh tubuh yang langsing. Wanita di Mauritania sejak kecil dibiasakan untuk mengngonsumsi makanan dalam junlah yang banyak.

Indonesia yang terdiri dari banyak pulau dan berbagai suku bangsa juga memiliki bermacam konsep kecantikan yang diperoleh dengan merubah bagian tubuh. Diantaranya yaitu suku Dayak di Kalimantan Timur memiliki tradisi untuk memanjangkan telinga dengan menggunakan pemberat berbentuk lingkaran logam.

Perempuan dayak akan merasa cantik jika telinga mereka semakin panjang. Demikian pula dengan wanita di kepulauan Mentawai yang melakukan ritual memahat gigi agar gigi mereka tajam dan runcing untuk mempercantik parasnya. Semua konstruksi kecantikan ini dilatarbelakangi kebudayaan turun temurun dari nenek moyang bahkan disertai oleh mitos yang dipercayai oleh masyarakatnya.

Di Minangkabau sendiri Sabai Nan Aluih merupakan tokoh yang dipuja akan ketangguhan dan keberaniannya. Dalam kaba yang berjudul Sabai Nan Aluih ditulis oleh Rasyid Manggis, penampilan fisiknya  dilukiskan sebagai berikut:

Badannyo rampiang lamah sumampai, mukonyo bunda daun bodi, rambuik karitiang galuang tigo, kaniangnyo kiliran taji, mato ketek jo lindoknyo, pancaliakan sirauik jatuah, bulu mato samuik bairiang, talingo jarek tatahan, pipinyo pauah dilayang, hiduangnyo bak dasun tungga, muluiknyo dalimo rangkah, bibianyo asam saulehm gigi rapek putiah manggewang, lidahnyo mampalam masak, daguaknyo bak labah bagantuang, kulik nan kuniang kamerahan bak udang kapalang panggang, jarinyo aluih bak duri landak, karek kuku bak bulan ka habih, bathnyo bak paruik padi, tumik nan bagai talua buruang

(Badan yang langsing dan semampai, wajah yang bundar seperti daun bodhi (berbentuk hati), rambut ikal bergelombang, dahinya licin, mata kecil dan redup, tatapannya tajam, bulu mata bak semut beriring (tebal), pipinya seperti irisan pauh, hidungnya lancip dan mancung, mulutnya merekah seperti delima, bibirnya indah, giginya rapat dan putih, dagunya lancip, kulit kuning kemerahan seperti udang masak, jarinya halus, kukunya dipotong pendek, betis bak padi, tumit bak telur burung)

Terlepas  dari  kecantikan  menurut  konstruksi  berbagai  kebudayaan,  kini tampaknya ada penggeneralisasian terhadap standar kecantikan. Asia Tenggara khususnya Indonesia lebih “mengagungkan” kulit putih sebagai apa yang dikatakan cantik tersebut. Seperti halnya yang diungkapkan Melliana saat  ini  tengah  dikukuhkan citra  penampilan  fisik  ideal  Caucasian,  seperti langsing, tinggi, putih, mancung dan berambut lurus.

Persepsi kecantikan yang berbeda itu muncul karena apa yang dianggap cantik adalah apa yang tidak dimiliki oleh kebudayaan mereka, yang mana kulit putih jarang dimiliki oleh orang Indonesia karena kebanyakan orang Indonesia berkulit sawo matang.

Sama halnya dengan Korea Selatan, kebanyakan orang Korea bermata sipit (mono eyelid/lipatan mata satu) sehingga mereka menganggap wanita yang memiliki kelopak mata ganda (double eyelid) itu cantik, hingga hal ini mendorong mereka untuk melakuan operasi plastik. Bisa dikatakan Korea Selatan saat ini merupakan trend setter dalam industri kecantikan pada saat ini.

Anggapan kecantikan yang demikian yaitu tinggi, langsing, putih, berhidung mancung menjadi general terlebih karena hal ini didukung juga dengan gempuran media masa yang tiada hentinya dalam menyebarkan simbol kecantikan.

Masyarakat setiap harinya menikmati standar kecantikan disuguhkan oleh media yang menampilkan wanita cantik berkulit putih, mulus, tak berjerawat dan bertubuh langsing baik melalui iklan kosmetik, sinetron ataupun film bahkan sosmed (sosial media) sekalipun.

Suku-Suku Tercantik di Dunia

Dilansir Edisi Bonanza88 dari berbagai sumber, berikut deretan suku yang diyakini sebagai penghasil wanita cantik di dunia.

Suku Uighur

Uighur girl | Muslim girls, Girl, Women

Suku yang berada di Negara Tiongkok, China ini sudah sangat terkenal akan wanita cantik di dalamnya. Pasalnya paras dari wanita suku Uighur terkenal unik seolah merupakan perpaduan antara China dan Arab.

Wanita Uighur dicirikan lebih banyak berparas Arab serta Turki, ketimbang masyarakat China pada umumnya. Bahkan wanita suku ini pernah dinobatkan sebagai wanita cantik nomor satu di Asia.

Suku Kalash

The women of Kalash are a tale of colours, simplicity and struggle

Paras wanita dari suku Kalash ini begitu mempesona mata siapaun yang memandangnya. Tidak hanya berkulit putih, mereka juga memiliki rambut berwarna pirang serta tak kalah menariknya memiliki bola mata berwarna hijau.

Perpaduan sempurna suku yang berada di perbatasan antara Pakistan dan Afganistan begitu unik. Sehingga wanita dari suku ini kerap menjadi incaran untuk dijadikan pasangan hidup bagi suku lain.

Suku Maori

New Zealand's Māori women have more to contend with than ordinary sexism |  New Zealand | The Guardian

Ternyata suku yang berasal dari Selandia Baru ini juga menyimpan dan menghasilkan banyak wanita cantik.

Suku Maori ini merupakan orang asli Polinesia yang dikenal karena mempunyai sejarah yang panjang. Masyarakat suku ini sangat fasih berbahasa inggris serta mempercayai dewa dan roh leluhur.

Suku Kazak

Sabina Altynbekova, Atlet Muslim yang Taat Beragama : Okezone Sports

Sudah bukan rahasia umum jika orang Kazakhstan memilikir rupa yang menawan, salah satunya terbukti dengan adanya msayarakat Suku Kazak.

Salah satu contoh masyarakat suku Kazak yang telah dikenal dunia luas ialah seorang atlet voli bernama Sabina Altynbekova. Suku ini sebelumnya pernanh dikuasai beberapa pihak sehingga terjadi percampuran ras.

Suku Ladakhi

Ladakhi woman in traditional costume, Leh, Ladakh, North India Stock Photo  - Alamy

Mayoritas orang India dikenal memiliki kulit coklat ataupun sawo matang. Namun berbeda dengan suku Ladakhi yang berada di daerah Jammu dan Kashmir ini.

Kalimat penghasil wanita cantik bukan isapan jempol sehingga patut disematkan untuk suku ini, karena perempuan di suku ini memiliki kulit putih serta rona merah alami di pipi.

Suku Chukchi

Chukchi women / Lorino Stock Photo - Alamy

Mungkin sebagian orang masih belum mengenal suku ini, pasalnya mereka mendiami semenanjung Chukchi dan wilayah Laut Bering dari Samudra Arktik dalam Federasi Rusia.

Perempuan di suku ini memiliki fisik campur yang unik dengan kulit puti bersih selayaknya EropaTimur. Selain itu mata mereka sipit warisan dari Asia Timur.