Will Smith mengatakan dirinya berminat untuk terjun ke ranah politik, meskipun tak dalam waktu dekat. Menurutnya, ia memiliki kemampuan dalam bidang pemerintahan dan politik.

Hal itu ia ungkapkan kala menjadi bintang tamu Pod Save America yang turut dipandu oleh Jon Favreau. Dalam acara itu, Smith mengaku bahwa dirinya tak sepenuhnya menolak ide pencalonan diri.

“Saya pikir untuk saat ini saya akan membiarkan situasi menjadi lebih bersih sedikit dan kemudian saya akan mempertimbangkannya pada suatu saat nanti,” kata Will Smith.

Pada 2016 lalu, Will Smith sempat mengungkap keinginannya untuk maju mencalonkan diri jadi penantang Donald Trump. Meski keinginannya itu belum terlaksana, ia menekankan bahwa dia tetap berkontribusi pada negara melalui berbagai cara salah satunya seni.

“Saya pasti akan mengambil bagian saya, apakah itu tetap di dunia hiburan atau pada titik tertentu menjelajah ke arena politik,” jelas Smith seperti dilansir dari NME pada Selasa (2/3).

Namun demikian pada Agustus 2016 Smith sempat berbicara tentang aspirasi politiknya sendiri selama penampilan di The Late Show with Stephen Colbert.

“Saya sedang memikirkannya, tetapi melihat Obama selama 8 tahun terakhir, sepertinya politik adalah pekerjaan yang sulit. Saya pasti mengalami gatal-gatal,” kata Smith kala itu.

Sementara itu pada bulan November lalu, Smith bersatu kembali dengan DJ Jazzy Jeff untuk tampil di lokasi acara reuni Fresh Prince Of Bel-Air.

Will Smith juga membahas soal masalah rasialisme yang masih menghantui kehidupan sosial di Amerika Serikat. Ia mengungkapkan pengalamannya menghadapi hal tersebut dalam acara yang sama.

“Saya pernah disebut [kata berhuruf N] di depan wajah saya mungkin lima atau enam kali. Dan untungnya bagi jiwa saya, saya tidak pernah dipanggil [kata berhuruf N] oleh orang pintar,” kata Smith.

“Saya tumbuh dengan kesan bahwa rasialis dan rasisme itu bodoh, dan mereka mudah ditaklukkan. Saya hanya harus lebih pintar sekarang karena mereka sangat berbahaya,” lanjutnya.